*RECORDING

Webinar Tanggal 24 Januari 2021

Pertanyaan yang paling sering dan umum ditanyakan oleh calon siswa :

Jawabannya adalah iya, jika siswa telah lulus dan mendapatkan sertifikasi bahasa N4 dan sertifikat skill Kaigo, dan telah lulus interview dengan perusahaan Jepang. Maka siswa akan langsung diberangkatkan ke Jepang sesuai kontrak kerja yang telah ditandatangani.

Jawabannya Iya, jika siswa telah memiliki sertifikasi bahasa jepang level N4 dan telah memiliki sertifikasi skill Kaigo. Maka tes interview berdasarkan pengalaman semua alumni yang sudah berangkat ke Jepang, 100% lulus dan berangkat ke Jepang.

Jawabannya, sangat bisa. Karena jika siswa gagal pada saat tes interview diperusahaan A, maka pihak LPK akan menjadwalkan kembali interview dengan perusahaan B, dst. Tetapi, karena kebutuhan kerja Kaigo ini sangat besar di Jepang. Khusus untuk Kaigo ini, alumni yang sudah berangkat ke Jepang, rata-rata maksimal hanya 2 kali saja interview, setelah itu diterima dan berangkat ke Jepang.

Jawabannya adalah 10 bulan. Dengan rincian proses sebagai berikut : 4 bulan pendidikan secara intensif untuk bahasa dan skill, 2 bulan untuk mengikuti ujian sertifikasi nasional, 2 bulan proses wawancara dengan perusahaan jepang, 2 bulan proses persiapan dokumen (paspor, visa, dan medichal chek-up), dan setelah itu berangkat ke Jepang.

Jawabannya adalah bisa. Karena pada prinsipnya perusahaan Jepang tidak meminta ijasah terakhir. Melainkan yang diminta adalah sertifikasi bahasa level N4 dan sertifikasi skill Kaigo.

Jawabannya adalah di bulan Desember, April dan Agustus (libur musim panas). Dengan jangka waktu libur rata-rata 1 minggu. Namun, apabila ingin mengajukan libur lebih panjang, bisa meminta kebijakan langsung kepada perusahaan tempatnya bekerja.

Jawabannya ada, tetapi itu dikeluarkan nanti dibulan ke 5/6 setelah pendidikan selama 4 bulan selesai. Adapun biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut : Biaya Ujian Bahasa Rp 400.000, Biaya Ujian Skill Rp 450.000, Biaya Paspor Rp 400.000, Biaya Visa Rp 500.000, dan Biaya Medichal Chek-up Rp 500.000. Adapun untuk biaya keberangkatan sampai dengan ke Jepang, Khusus Kaigo seluruhnya dibiayai oleh perusahaan Jepang.

Jawabannya, untuk progam pelatihan kerja selain Kaigo seperti pabrikan, pengepakan makanan, pertanian dll. Maka tes fisik sangat penting dilakukan. Tetapi untuk progam kerja Kaigo, yang di utamakan adalah sertifikasi bahasa Jepang dan skill. Sehingga jika calon siswa memiliki masalah seperti menggunakan kacamata, fisik lemah, berat badan berlebih. Maka itu tidak akan mempengaruhi hasil tes. karena yang diutamakan adalah sertifikasi bahasa dan skill.

Jawabannya, tetap bisa mengikuti progam pelatihan kerja ini, Karena progam pelatihan kerja Kaigo/Caregiver ini menerima semua calon siswa dari background pendidikan apapun tanpa terkecuali.

Jawabannya, progam pelatihan kerja selain Kaigo. Jika sudah lulus tes interview maka untuk berangkat dan sampai ke Jepang menggunakan biaya sendiri dengan total biaya 20-30 juta. TETAPI, untuk progam kerja Kaigo, jika siswa sudah lulus tes interview maka biaya pemberangkatan ke Jepang, semuanya sudah ditanggung oleh perusahaan Jepang.

Jawabannya adalah pendapatan bersih/gaji Kaigo di Jepang rata-rata 147.000 yen – 183.000 yen per bulan. Pendapatan tersebut diluar lembur. Jika dirupiahkan rata-rata Rp 20.000.000 – Rp 25.000.000 per bulan (bersih).

Jawabannya adalah ada, pekerjaan sebagai Kaigo di Jepang memiliki jadwalĀ  kerja sampai dengan 3 shift, dengan masing-masing shift adalah 8 jam kerja.

Jawabannya adalah rata-rata biaya lembur terendah untuk pekerjaan Kaigo adalah sebesar 1.000 Yen per jam, atau jika dirupiahkan sebesar Rp 140.000 per jam.

*Note : sebelum kamu mendaftar menjadi siswa, pastikan kamu telah menonton webinar sampai dengan selesai. Dan telah mendapatkan izin dari orang tua.

Batas waktu pendaftaran progam Kaigo/Caregiver tahun 2021